Kematian Chef Hotel Bintang Lima di Jakarta: Istri Ungkap Kejanggalan, Didampingi Kuasa Hukum

Yayu Istri Rofik (almarhum) Chef Hotel Sahid Jaya Bintang Lima di Jakarta Ungkap Kejanggalan Kematian, Didampingi Kuasa Hukum Ferry Juan SH., dan Santo SH., menggelar konfrensi pers (31/5).

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Duka mendalam menyelimuti keluarga seorang Chef (Rofik Maulana) yang bekerja di Hotel Sahid Jaya Jakarta yang meninggal dunia pada hari Selasa (28/5) lalu. Sang istri almarhum yang bernama Yayu ini menduga, merasa ada kejanggalan dalam kematian suaminya, yang didampingi oleh kuasa hukum Ferry Juan SH., dan Susanto SH., menggelar konferensi pers di Kantor PPM Kota Bogor, jalan Jendral Sudirman, Kota Bogor, pada Jumat malam (31/5).

Diungkapkan bahwa kejanggalan yang dimaksud salah satunya adalah terkait dengan proses informasi kematian sang suami. Almarhum yang diketahui memiliki riwayat sakit jantung, diketahui sempat masuk rumah sakit pada hari Minggu (26/5). Namun, pihak keluarga baru mendapatkan kabar duka dihubungi dari pihak Hotel pada hari Selasa (28/5).

banner 325x300

“Suami saya katanya masuk RS hari Minggu, tapi kami baru dikasih tahu pas waktu suami saya meninggal di hari Selasa. Bagaimana bisa? Ada apa selama dua hari itu?,” ungkap sang istri dengan penuh tanda tanya, saat dalam konfrensi pers.

Kejanggalan kasus meninggalnya salah satu karyawan Hotel Sahid Jaya ini, diungkapkan juga oleh istri almarhum tidak adanya pemberitahuan dari manajement Hotel Sahid Jaya kepada keluarga tentang sakitnya almarhum hingga meninggal dunia (Rofik Maulana).

Ferry Juan, kuasa hukum sang istri, menambahkan bahwa pihaknya akan mendalami kasus ini lebih lanjut. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi informasi dan kesejahteraan karyawan, terutama di industri perhotelan yang terkenal dengan jam kerja panjang dan tekanan tinggi.

“Penting untuk memastikan bahwa karyawan mendapatkan hak-haknya, termasuk informasi yang akurat dan tepat waktu tentang kondisi kesehatannya kepada pihak keluarga,” ujar Ferry.

Masih kata Ferry, “Kami akan mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi dan memastikan hak-hak almarhum sebagai karyawan terpenuhi,” tegasnya, Jumat malam (31/5).

Baca Juga:  Presiden Anugerahkan Tanda Kehormatan Bintang Mahaputera, Bintang Budaya Parama Dharma, dan Bintang Jasa bagi 335 Tokoh

Konferensi pers ini menarik perhatian banyak media lokal dan nasional. Kasus ini menjadi sorotan karena melibatkan hotel ternama dan menimbulkan pertanyaan terkait transparansi informasi dan kesejahteraan karyawan.

Hingga saat ini, pihak Hotel Sahid Jaya belum memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Yayu dan kuasa hukum berharap agar pihak hotel dapat memberikan penjelasan yang jelas dan transparan. (DR)

Editor & Penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *