Lawan Risiko Amputasi! Strategi RSUD Kota Bogor Selamatkan Kaki Penderita Diabetes dari Luka Kronis

Edukasi Kesehatan: dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B, Subsp.BVE(K), ahli bedah kaki diabetes dan Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular (Konsultan), saat ditemui di depan unit Cathlab RSUD Kota Bogor. Beliau menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam menangani luka kaki diabetik guna mencegah risiko amputasi. (Foto: Dok. Sorak)

SOROTRAKYAT.COM | KOTA BOGOR – Luka pada kaki atau Diabetic Foot Ulcer (DFU) masih menjadi ancaman serius bagi penderita Diabetes Melitus. Jika tidak ditangani dengan tepat, komplikasi ini berisiko tinggi menyebabkan infeksi berat hingga tindakan amputasi.

dr. Budhi Arifin Noor, Sp.B, Subsp.BVE(K), Spesialis Bedah Vaskular dan Endovaskular di RSUD Kota Bogor, menjelaskan bahwa luka kaki diabetik dipicu oleh kombinasi tiga faktor utama: kerusakan saraf (neuropati), aliran darah yang buruk (iskemia), dan infeksi.

banner 325x300

“Neuropati menyebabkan penderita kehilangan sensasi nyeri. Akibatnya, luka kecil atau lecet sering tidak disadari hingga akhirnya meluas. Kondisi ini diperparah oleh gangguan sirkulasi darah atau Peripheral Arterial Disease (PAD) yang membuat nutrisi dan oksigen sulit mencapai jaringan luka,” ujar dr. Budhi, yang juga menjabat sebagai Country Representative D-Foot International, Kamis (29/01).

Pentingnya Pemeriksaan Menyeluruh

Di RSUD Kota Bogor, penanganan pasien dimulai dengan pemeriksaan mendalam. Dokter akan menilai aliran darah menggunakan alat seperti Ankle-Brachial Index (ABI) atau USG Doppler. Selain itu, tingkat kehilangan sensasi saraf diuji dengan monofilamen atau garpu tala.

Strategi Penanganan Modern

Dalam tatalaksana medis terkini, dr. Budhi menekankan pentingnya klasifikasi WIFi (Wound, Ischemia, Foot Infection) untuk menentukan tingkat keparahan luka. Penanganan tidak hanya fokus pada pembersihan luka (debridement), tetapi juga mencakup:

  1. Offloading: Penggunaan alas kaki khusus untuk mengurangi tekanan pada area luka.
  2. Revaskularisasi: Prosedur bedah (seperti angioplasti atau bypass) untuk memperbaiki aliran darah.
  3. Pengendalian Infeksi: Pemberian antibiotik yang tepat berdasarkan uji laboratorium.
  4. Kontrol Gula Darah: Menjaga glukosa tetap stabil untuk mempercepat regenerasi jaringan.

Pentingnya Tim Multidisiplin

Kesuksesan pengobatan luka kaki diabetik sangat bergantung pada kerja sama tim multidisiplin yang melibatkan ahli bedah vaskular, dokter penyakit dalam, hingga perawat luka. Edukasi pasien untuk melakukan pemeriksaan mandiri setiap hari tetap menjadi garda terdepan pencegahan.

Baca Juga:  Pastikan Bantuan Tepat Sasaran, Pemkot Bogor Perketat Verifikasi DTSEN

“Pencegahan selalu lebih baik. Dengan deteksi dini dan perawatan yang terkoordinasi, sebagian besar kasus dapat disembuhkan tanpa harus berakhir dengan kecacatan,” tutupnya. (Adv)

#LukaKakiDiabetik #Diabetes #BedahVaskular #KesehatanKaki #RSUDKotaBogor #DFootInternational #TipsSehat #InfoKesehatanBogor

Editor & Penerbit: Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *