HMI Kota Bogor Tutup Latihan Kepemimpinan II “Adab dan Ilmu, Dua Faktor Pengaruhi Kesuksesan”

Sorotrakyat.com | Kota Bogor – Wali Kota Bogor, Bima Arya menekankan ada dua faktor yang mempengaruhi kesuksesan bagi seseorang, yaitu adab dan ilmu.

Menurut Bima Arya, adab memiliki porsi 80 persen yang menjadi hal penting serta nomor satu. Sebab, tanpa adab seorang tidak akan berilmu dan tidak akan pernah sukses. Tetapi orang yang memiliki adab walaupun tidak memiliki ilmu, perlahan-lahan, seiring waktu akan belajar dan bertambah ilmunya.

banner 325x300

“Orang dengan adab akan mau dan sudi untuk mendengar, rela untuk mengapresiasi. Sejarah hidup saya menunjukkan orang-orang yang beradab jauh lebih bisa melesat dibanding orang-orang yang berilmu. Apalagi jika ilmu disandingkan dengan adab,” katanya saat penutupan Latihan Kepemimpinan (LK) II HMI Cabang Kota Bogor di Auditorium Gedung Perpustakaan dan Galeri Kota Bogor, Senin (6/3/2023).

Bersama jajaran Pemkot Bogor dan pihak lainnya, Bima Arya berikhtiar membangun generasi yang siap menjemput peradaban, salah satu bukti konkritnya dengan membangun gedung perpustakaan lengkap dengan berbagai fasilitas untuk generasi saat ini maupun generasi mendatang.

Dirinya menginginkan agar gedung arsip dan perpustakaan Kota Bogor menjadi surga bagi orang-orang cinta ilmu dan mau belajar adab di sini.

Selain itu kata dia, di bagian bawah dibangun fasilitas bagi anak 4-5 tahun yang bisa ditemani orang tuanya untuk bermain agar mulai dan senang membaca. Ada juga tempat-tempat untuk berdiskusi, auditorium untuk menonton film-film inspiratif atau membedah buku.

“Ini adalah modal menuju peradaban yang kita idam-idamkan, urusan stunting menjadi PR banget untuk kita, pendidikan juga sama. Jadi modal kita itu besar, namun PR kita juga banyak. Teruslah belajar membangun kolaborasi dan belajar membuka diri, tidak jumud atau picik, jangan seperti katak dalam tempurung. Berpikirlah jauh ke depan dan panjang, hindari pola-pola jangka pendek, utamakan adab ketimbang ilmu. Perbanyak silaturahmi ketimbang semangat untuk saling berkompetisi, berlomba-lomba dalam kebaikan itu keren, tetapi framenya bukan untuk posisi apalagi untuk materi. Politik itu bukan tujuan namun baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur adalah tujuan sesungguhnya,” papar Bima Arya kepada para peserta LK II.

Baca Juga:  APEKSI: Pemerintah Pusat Harus Kaji Soal Penghapusan Tenaga Honorer

Selanjutnya Bima Arya menyampaikan catatan bagi generasi saat ini yang dijuluki sebagai generasi strawberry.

Menurutnya generasi strawberry itu canggih jika dilihat dari luar, namun jika ‘ditoyor’ atau terkena goncangan akan hancur karena terlalu lembut.

“Hal tersebut penting karena generasi strawberry banyak dikritik terkait persoalan karakter atau persoalan adab dimana hal itu juga menjadi permasalahan semua,” katanya. (Red)

Editor & Penerbit : Den.Mj

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *